fbpx

Review dan Resensi Buku Marketing 4.0 Bergerak dari Tradisional ke Digital

Review dan Resensi Buku Marketing 4.0 Bergerak dari Tradisional ke Digital

Review dan Resensi Buku Marketing 4.0 Bergerak dari Tradisional ke Digital – Pada Artikel kali ini, saya akan kembali mengulas Buku bagus, kali ini adalah Buku yang berjudul “Marketing 4.0 Bergerak dari Tradisional ke Digital” karya para Pakar Pemasaran Dunia dan Indonesia, yaitu Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, dan Iwan Setiawan. Buku ini diterbitkan pertama kali pada Januari 2019 oleh Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama (GPU). ISBN 978-602-06-2117-3.

Buku ini mudah sekali didapatkan di Toko Gramedia seluruh Indonesia, atau anda bisa membelinya secara Online di gramedia.com, nanti buku fisiknya tersebut akan dikirimkan sampai ke rumah. Harga Buku ini adalah Rp 78 ribu (saat saya membelinya langsung di salah satu toko offline Gramedia).

Review dan Resensi Buku Marketing 4.0 Bergerak dari Tradisional ke Digital
Buku Marketing 4.0 Bergerak dari Tradisional ke Digital karya Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, Iwan Setiawan
Review dan Resensi Buku Marketing 4.0 Bergerak dari Tradisional ke Digital
Buku Marketing 4.0 (Mohon maaf apabila dalam foto kondisi bukunya sudah kurang bagus, karena bukunya sudah dibaca dan dibolak-balik 🙂 )

Mengenai para Penulisnya, tentunya nama-nama tersebut sudah tidak asing lagi bagi anda para Pebisnis, Wirausahawan atau bagi anda yang berprofesi sebagai seorang Marketer / Pemasar, karena nama-nama tersebut adalah para Guru Utama atau para Pakar Marketing di tingkat Dunia maupun Indonesia.

Philip Kotler adalah seorang Profesor Luar Biasa pada bidang Pemasaran Internasional di The Kellog School of Management, Northwestern University, yang mana beliau ini sudah diakui oleh banyak kalangan sebagai Bapak Pemasaran Modern (Modern Marketing). Bahkan The Wall Street Journal menempatkannya di ranking enam besar sebagai Pemikir Bisnis yang paling berpengaruh. Philip telah menerima banyak penghargaan dan gelar kehormatan dari berbagai Universitas di dunia. Philip adalah seorang tokoh Internasional yang luar biasa, buku karyanya telah diterjemahkan ke sekitar 25 bahasa.

Hermawan Kertajaya adalah Pendiri dan Direktur Eksekutif MarkPlus, Inc., dan merupakan salah satu Tokoh dari “50 Pakar yang Telah membentuk Masa Depan Pemasaran”, menurut Chartered Institute of Marketing, Inggris Raya. Hermawan juga merupakan Presiden dari The Asia Council for Small Business, dan rekan pendiri dari The Asia Marketing Federation.

Iwan Setiawan adalah COO (Chief Operating Officer) dari MarkPlus, Inc. Dimana Iwan membantu merancang bisnis strategi Pemasaran MarkPlus. Iwan juga merupakan seorang Penulis dan Pembicara tetap, dan merupakan Pemimpin Redaksi dari Marketeers. Iwan memiliki gelar M.B.A dari The Kellog School of Management dari Northwestern Unversity.

Review dan Resensi Buku Marketing 4.0 Bergerak dari Tradisional ke Digital

Salah satu bagian yang paling menarik dari Buku ini, menurut saya, adalah pada Bab ke 5 yang berjudul “Jalur Pelanggan Baru” – Menyadari, Tertarik, Bertanya, Bertindak, dan Menganjurkan.

Perlu anda ketahui terlebih dahulu bahwa salah satu kerangka yang paling awal dan telah digunakan secara luas untuk menggambarkan jalur pelanggan adalah AIDA, singkatan dari Attention (Perhatian), Interest (Minat), Desire (Keinginan), dan Action (Tindakan). Istilah AIDA ini diciptakan oleh pelopor periklanan dan penjualan, E. St. Elmo Lewis.

Jadi maksudnya, AIDA ini sebagai daftar periksa sederhana atau pengingat bagi para pengiklan maupun tenaga penjualan, agar iklan dan berbagai promosi penjualan yang mereka buat itu dapat merebut Perhatian, lalu memicu Minat, dan dari situ memperkuat Keinginan, dan akhirnya mendorong Tindakan, yaitu orang-orang kemudian menjadi membeli produk/jasa yang ditawarkan tersebut. Inilah yang disebut sebagai jalur pelanggan (AIDA), yaitu suatu jalur yang menggambarkan bagaimana seseorang kemudian akan jadi membeli.

Namun kemudian, Derek Rucker dari Kellogg School of Management menawarkan modifikasi dari AIDA ini, yaitu menjadi empat A, yakni Aware (menyadari), Attitude (Sikap), Act (Bertindak), dan Act Again (Bertindak lagi). Dalam jalur ini, bertujuan untuk memantau perilaku pelanggan pasca pembelian dan untuk mengukur retensi pelanggan. Kerangka ini menganggap tindakan pembelian kembali (repeat order) sebagai petunjuk kuat mengenai kesetiaan pelanggan.

Jadi dalam jalur ini, pelanggan terlebih dahulu menyadari merk (aware), lalu apakah menyukai atau tidak menyukai merk tersebut (sikap/attitude), memutuskan apakah akan membelinya (bertindak / Act), dan memutuskan apakah merknya patut untuk dibeli lagi (bertindak lagi / Act again).

Nah namun, baik AIDA maupun empat A ini lebih cocok untuk menggambarkan jalur pelanggan di era pra-konektivitas, alias di era-era sebelum terjadinya booming Internet dan IT seperti sekarang ini.

Ketika kita saat ini sudah hidup di era konektivitas, yang mana setiap orang sudah terkoneksi ke Internet, maka jalur pelanggan seharusnya ditulis ulang menjadi lima A, yakni : Aware (menyadari), Appeal (tertarik), Ask (bertanya), Act (bertindak), dan Advocate (menganjurkan).

Jadi maksudnya, di era pra-konektivitas, seseorang menentukan sikapnya sendiri terhadap merk, namun di era konektivitas, daya tarik awal dari sebuah merk dipengaruhi oleh “komunitas” tempat pelanggan berada untuk menentukan sikap akhirnya nanti (komunitas = forum-forum di Internet, ulasan di Internet, perbincangan di Sosial Media, dan lain-lain yang akan sangat mempengaruhi keputusan pembelian nantinya). Jadi jalur pelanggan 5A ini harus mencerminkan bangkitnya suatu pengaruh sosial, yang mana pengaruh sosial ini pada dasarnya tidak ada atau tidak terlalu berpengaruh di era pra-konektivitas / sebelum Internet itu ada.

Lalu kemudian, di era pra-konektivitas, kesetiaan pelanggan sering didefinisikan sebagai retensi atau pembelian berulang lagi, namun di era konektivitas, kesetiaan pelanggan didefinisikan sebagai kesediaan mereka untuk menganjurkan (Advocate) merk tersebut kepada orang lain lagi. Jadi di era Internet ini, yang mana setiap orang sudah sangat terkoneksi dengan mudah, ada tambahan satu jalur, yakni advocate, dimana para pelanggan bersedia untuk share dan menganjurkan kepada orang-orang lainnya, tentang suatu produk bagus yang sudah mereka pakai atau ketahui. Inilah definisi baru mengenai kesetiaan pelanggan di era konektivitas, di suatu era yang mana orang-orang memang sudah sangat mudah terhubung.

Dan lain-lain, dan sebagainya, masih ada banyak sekali insight dan ilmu-ilmu yang bagus mengenai teori Marketing pada Buku ini, silakan anda bisa membacanya hingga tuntas.

Oke jadi demikianlah artikel singkat mengenai Review dan Resensi Buku Marketing 4.0 Bergerak dari Tradisional ke Digital, jangan lupa juga untuk membaca Artikel mengenai review buku menarik lainnya : Ulasan Buku Jack Ma Manusia Triliun Yuan

Dan bagi anda yang ingin mempelajari Digital Marketing secara komprehensif, silakan anda bisa membaca melalui Buku ini : Buku Digital Marketing yang Terbaik di Indonesia, karya Pakar Digital Marketing Indonesia, Andreas Agung.

You May Also Like

WhatsApp chat

Yuk Daftar FREE MEMBER !

GRATIS Tutorial Digital Marketing hingga 2 Tahun dan Grup Telegram Seumur Hidup!

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Andreas Agung will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.