DIGITAL MARKETING STRATEGY

4 Metrik KPI Digital Marketing Sebagai Indikator Kesuksesan; Pengertian CTR, CVR, CPA, ROAS

4 Metrik KPI Digital Marketing Sebagai Indikator Kesuksesan; Pengertian CTR, CVR, CPA, ROAS – Pada artikel ini saya akan menjelaskan tentang 4 indikator kinerja utama dalam dunia digital marketing. Dengan demikian Anda jadi bisa mengetahui kinerja dari aktivitas digital marketing yang sudah Anda lakukan, ketika Anda membaca 4 indikator ini.

Indikator ini biasa disebut juga sebagai KPI, atau singkatan dari Key Performance Indicator, atau artinya dalam Bahasa Indonesia adalah : Indikator Kinerja Utama.

Dalam dunia digital marketing, KPI ini secara singkat dan mudah biasa disebut sebagai Metric (Metrik).

Apa saja 4 KPI atau 4 Metrik Utama Digital Marketing ? yaitu :

  1. CTR (Click Through Rate) atau Rasio Klik-Tayang
  2. CVR (Conversion Rate) atau Tingkat Konversi
  3. CPA (Cost Per Acquisition) atau Biaya Per Akuisisi
  4. ROAS (Return On Ad Spend) atau Laba Atas Belanja Iklan

Berikut ini akan kita bahas satu per satu mengenai berbagai Metrik di atas.

4 Metrik KPI Digital Marketing Sebagai Indikator Kesuksesan; Pengertian CTR, CVR, CPA, ROAS

1. CTR (Click Through Rate) atau Rasio Klik-Tayang

Metrik yang pertama kalau Anda ingin menilai performa dari aktivitas digital marketing yang sudah Anda lakukan, itu adalah CTR, singkatan dari Click Through Rate, alias Rasio Klik-Tayang.

Jadi misalnya Anda menjalankan sebuah iklan digital di Meta Ads, di Facebook dan/atau Instagram (atau di platform digital manapun). Nah bagaimana Anda mengukur kinerja dari iklan Anda tersebut? ya tentu saja yang perlu Anda lihat adalah CTR-nya.

CTR atau Rasio Klik-Tayang Adalah persentase dari orang-orang yang mengklik iklan Anda, setelah mereka melihat iklan Anda itu.

Apa itu CTR? Pengertian CTR (Click Through Rate)

Silakan melihat gambar diatas. Jadi rumusnya adalah : jumlah klik yang anda terima, dibagi dengan jumlah penayangan iklan Anda (atau kalau dalam dunia digital marketing, jumlah tayang itu dinamakan Impressions), lalu dikalikan 100%.

Contoh : iklan Anda ditayangkan 10.000 kali, lalu kemudian dari 10 ribu kali ditayangkan tersebut, ternyata diklik sebanyak 200 kali oleh audiens / pemirsa.

Nah berapakah CTR-nya ?

Mengikuti rumus di atas, berarti CTR-nya adalah : 200 kali iklannya diklik, dibagi dengan 10 ribu kali iklannya ditayangkan, lalu dikalikan 100%, jadilah kita mendapat CTR-nya sebesar 2% . Seperti itu.  

Jadi paham ya, jadi kalau Anda sebagai seorang digital marketer, lalu misalnya membaca data performa iklan, ternyata  CTR-nya 2% , itu berarti setiap 100 kali tayang iklannya, iklan tersebut dikliknya oleh pemirsa, itu sebanyak 2 kali. Seperti itu.

Semakin besar nilai CTR Anda, tentunya itu semakin bagus. Itu pertanda iklan Anda itu menarik, disukai oleh pemirsa, sehingga membuat banyak pemirsa mengkliknya. (Bila banyak yang mengklik, tentunya CTR-nya menjadi semakin besar).

2. CVR (Conversion Rate) atau Tingkat Konversi

Oke lalu metrik yang kedua, itu adalah Conversion Rate, disingkat CVR, alias Tingkat Konversi.

Sebelumnya, perlu Anda ketahui dulu arti dari Conversion atau Konversi, yakni tujuan akhir pemasaran yang Anda inginkan. Misalnya : pengunjung jadi melakukan pembelian, atau jadi men-download aplikasi Anda, atau jadi mendaftar ke formulir Anda, dan sebagainya, tentunya tergantung tujuan akhir pemasaran Anda itu apa, itulah konversinya.

Nah Conversion Rate artinya adalah persentase dari pengunjung Anda yang menyelesaikan tujuan akhir yang Anda inginkan tersebut.

Apa itu CVR? Pengertian CVR (Conversion Rate)

Bisa Anda lihat pada gambar di atas. Jadi rumus dari Conversion Rate adalah jumlah konversi yang sudah terjadi, dibagi dengan jumlah total pengunjungnya, lalu dikalikan 100%.

Dalam contoh ini, misalnya, konversi-nya adalah pembelian yang dilakukan oleh para pengunjung website, alias mereka yang checkout di website.

Contoh, pengunjung website Anda misalnya 1000, lalu dari 1000 pengunjung itu, ternyata terjadi pembelian 50 kali. Nah berapakah Conversion Rate-nya?

Sesuai rumus di atas, perhitungannya berarti : jumlah konversi yang sudah terjadi, dalam hal ini konversinya adalah pembelian di website, yakni 50 kali, dibagi dengan jumlah total pengunjung website-nya, yakni 1000, lalu dikalikan 100%, itu berarti CVR-nya adalah 5%. Seperti itu.

Apa itu Conversion Rate

Oke kemudian contoh yang kedua, simak gambar di atas. Misalnya konversi yang Anda inginkan adalah orang-orang yang jadi mendaftar ke formulir Anda. Ya jadi sama saja rumusnya. Itu berarti, Conversion Rate-nya adalah jumlah konversi yang sudah terjadi, dalam hal ini adalah jumlah orang yang sudah mendaftar ke formulir Anda, dibagi dengan jumlah total pengunjung formulirnya, dikalikan 100%. Simak gambar di bawah ini.

Misalnya total pengunjung halaman formulir Anda 1000, dan yang mendaftar 100. Berapa CVR-nya ?

CVR-nya berarti : 100 yang mendaftar, dibagi dengan 1000 yang berkunjung, dikalikan 100%. Itu berarti CVR-nya sebesar 10%.

Jadi seperti inilah mengenai metrik Conversion Rate. Jadi semakin besar nilai CVR Anda, itu berarti semakin tinggi tingkat konversi Anda, dan sebaliknya.

(Intermezzo, butuh Trainer / Coach / Mentor untuk Seminar, Workshop, hingga Inhouse Training? silakan kunjungi : Pakar Digital Marketing )

3. CPA (Cost Per Acquisition) atau Biaya Per Akuisisi

Nah lalu metrik yang ketiga, itu adalah CPA, singkatan dari Cost per Acquisition alias Biaya Per Akuisisi, jadi maksudnya adalah biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan seorang konsumen. Jadi bisnis Anda, untuk bisa mendapatkan setiap 1 orang konsumen, Anda harus mengeluarkan uang berapa? Itulah CPA.

Apa itu CPA? Pengertian CPA (Cost Per Acquisition)

Simak gambar di atas. Rumusnya adalah total biaya iklan yang Anda keluarkan, dibagi dengan jumlah akuisisi atau jumlah konsumen yang berhasil Anda dapatkan.

Contoh : total biaya iklan Anda misalnya Rp 5 juta. Dari uang yang sudah Anda keluarkan ini, Anda ternyata berhasil mendapatkan 50 pembeli atau 50 konsumen. Nah berapa CPA-nya ?

CPA-nya, sesuai rumus di atas, berarti adalah Rp 5 juta dibagi dengan 50 konsumen, CPA-nya berarti adalah Rp 100 ribu.

Jadi artinya, untuk bisa mendapatkan 1 orang konsumen, Anda mesti mengeluarkan uang Rp 100 ribu. Jadi dengan demikian sekarang Anda sudah tahu, bisnis Anda itu, untuk bisa mendapatkan setiap 1 orang konsumen, Anda itu setidaknya mesti mengeluarkan uang berapa. Seperti itu, itulah artinya CPA.

(Baca juga artikel menarik dan bermanfaat lainnya : Cara Mendatangkan Pembeli Terus Menerus Tanpa Harus Beriklan! )

4. ROAS (Return On Ad Spend) atau Laba Atas Belanja Iklan

Oke kemudian metrik yang keempat, itu adalah ROAS. Terdiri dari 4 huruf ini : yakni R, O, A, dan S, singkatan dari Return On Ad Spend, atau bahasa indonesianya adalah Laba Atas Belanja Iklan.

Jadi apakah itu ROAS? ROAS adalah suatu metrik yang menunjukkan banyaknya keuntungan yang didapat dari biaya iklan yang sudah dikeluarkan. Simak gambar di bawah ini.

Apa itu ROAS? Pengertian ROAS (Return On Ad Spend)

Rumus dari ROAS adalah pendapatan (omset) dibagi dengan total biaya iklan yang sudah dikeluarkan.

Contoh, Anda berhasil meraih revenue atau omset sebesar Rp 50 juta setelah Anda belanja iklan atau mengeluarkan biaya untuk iklan, sebesar Rp 5 juta. Berapakah ROAS-nya?

Maka sesuai rumus di atas, ROAS Anda adalah Rp 50 juta dibagi Rp 5 juta, ROAS Anda ternyata adalah 10.

Nah dalam dunia digital marketing, ROAS itu biasanya ditulis seperti ini : 10 kali, atau 10 banding 1.

Jadi maksudnya, dari setiap 1 rupiah yang anda belanjakan untuk iklan, anda akan memperoleh 10 rupiah. Jadi itu maksud dari ROAS sebesar 10 kali lipat, atau 10 banding 1.

Nanti setelah Anda melakukan aktivitas digital marketing, dengan demikian Anda juga jadi bisa menghitung ROAS Anda sendiri, ROAS Anda itu berapa kali lipat, seperti itu.

Semakin besar nilai ROAS Anda, tentu saja semakin bagus, itu artinya iklan atau campaign atau kampanye pemasaran Anda itu disukai oleh masyarakat, sehingga dengan biaya iklan yang kecil, namun bisa menghasilkan keuntungan yang berkali-kali lipat.

**

Untuk menyimak secara lebih jelasnya, silakan Anda juga bisa menonton videonya berikut ini :

Oke, jadi demikian penjelasan mengenai Metrik utama digital marketing, atau 4 KPI digital marketing. Saya rangkum kembali, itu adalah :

1. CTR (Click Through Rate) atau Rasio Klik-Tayang.

2. CVR (Conversion Rate) atau Tingkat Konversi.

3. CPA  (Cost Per Acquisition) atau Biaya Per Akuisisi.

4. ROAS (Return On Ad Spend) atau Laba Atas Belanja Iklan.

**

Oke, jadi demikian artikel ini, apabila Anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa di-share sebanyak-banyaknya artikel ini di berbagai Sosmed Anda.

(Baca juga artikel menarik dan bermanfaat lainnya : Strategi SEO untuk Generative AI, Agar Website Dikutip Dalam Jawaban AI ).

Dan kembali saya ingatkan, jangan lupa ada 2 buku rekomendasi bagi para digital marketer Indonesia, karya Andreas Agung. Yang pertama, buku National Best Seller berikut ini : The Fundamental of Digital Marketing. Lalu yang kedua buku The Optimization of Digital Marketing. Buku yang kedua ini adalah buku khusus yang membahas tentang SEO website, berdasarkan pengalaman penulisnya sendiri (Andreas Agung), yang mana website penulis sudah mampu berada di halaman 1 Google bahkan hingga selama belasan tahun.

Andreas Agung Penulis Buku National Best Seller Digital Marketing

Silakan Anda bisa mendapatkan kedua buku tersebut di toko buku Gramedia di seluruh Indonesia, atau secara online di Gramedia.com maupun di berbagai marketplace populer seperti Shopee dan Tokopedia.

Bagi Anda yang membutuhkan jasa Trainer / Mentor / Coach / Narasumber / Pembicara Digital Marketing maupun terkhusus SEO dan AI, silakan bisa kunjungi : Pembicara Digital Marketing , atau WA langsung ke 0813 8154 6943 (Katarina).